Facebook in blogger Portal Pendidikan Indonesia

Saturday, 4 January 2014

PPC (Pay Per Click) Lokal Terbaik

Iklan Pay Per Click

PPC Indonesia
PPC (Pay Per Click) Lokal Terbaik
Sahabat Blogger, Kali ini Saya mau sedikit mengulas artikel tentang Daftar PPC lokal terpercaya, sebenernya sudah banyak yang share terkait ini. Tapi gx ada salahnya dong Saya share lagi. Nah, Sebelumnya, PPC itu apa sih? "Pay Per Clik"  itu mungkin semua orang sudah mengetahuinya.
Berikut daftar PPC (pay per clik) lokal  terpercaya  2014 : 

1. id network
IDBlog Network.com atau IBN ini memiliki advertiser pada perusahaan-perusahaan yang besar seperti XL, Telkom dan masih banyak lagi sehingga bayaran untuk PPC IDBlog Network lumayan besar yaitu sekitar Rp 1000 bahkan lebih. Untuk kelemahan IBN menurut saya adalah Minumum Pay Out yang sangat besar yaitu sekitar Rp 1.000.000 dan IBN juga memilih blog dan web yang berkualitas saja sehingga hanya blog dan web tertentu yang dapat mengikuti program PPC ini. Iklan yang dipasang di blog ini juga berasal dari IDBlog netwoork.com 


2. Adsense Camp

google adsense
google adsense
Adsensecamp adalah adsense asli indonesia dan terpercaya. Kelebihan Adsense Camp ini adalah batasan pembayaran yang relatif tidak terlalu besar dibanding adsense lainnya. Batas minimal pembayaran AdsenseCamp yang hanya Rp. 10000,- (sepuluh ribu rupiah) membuat kita ga perlu lama-lama untuk mencairkan (mentransfer ke rekening kita) yang kita dapat dari adsense blog. Kalau perklik dirata-rata Rp. 300,- (tiga ratus rupiah), maka kita cuma membutuhkan 34 klik iklan saja dan uangmya bisa langsung ditransfer ke rekening kita. Bandingkan dengan Google Adsense yang batas minimalnya $US 100 (seratus dolar Amerika).Anda dapat menghitung sendiri berapa klik yang dibutuhkan untuk mencapai batas minimal pencapaian nilai itu. Hitunganku sih lebih dari 3000 (tiga ribu) klik. 
silahkan daftar DISINI


3. kumpul blogger

Nah yang trakhir Kumpul blogger PPC lokal satu ini pun patut dijadikan sumber penghasil uang dari blog. Rata-rata nilai pemberian komisi perkliknya Rp 300,- dan bisa dicairkan jika telah melewati min. payout sebesar Rp 10.000 untuk yang memakai Bank BCA,Selain BCA Minimal Pay out 50 Ribu, Transfer Tiap Minggu Malam. 

4. Klik saya

KlikSaya.Com adalah pasar periklanan online Indonesia. Dengan mempergunakan jasa kami, Anda dapat memasang iklan Anda ke berbagai situs terkemuka, dengan biaya yang terjangkau, serta fitur dan laporan iklan yang lengkap dan transparan.
Sistem biaya pemasangan iklan yang kami gunakan adalah Pay-Per-Click (PPC) atau Bayar per Klik. Mengapa PPC? Karena sistem ini adalah yang paling fair baik bagi pemasang iklan maupun penerbit iklan. Sistem ini fair karena pemasang iklan hanya membayarkan penerbit sesuai dengan kinerja dari situs penerbit. Bila penerbit bisa menghasilkan banyak pengunjung dan berkualitas bagus, maka komisi untuk penerbit otomatis akan menjadi lebih besar. Sebaliknya bila situs penerbit kebetulan sedang sepi seperti di hari libur atau sedang terkena gangguan teknis/down, maka biaya yang perlu dibayar oleh pemasang iklan menjadi lebih kecil.

5. SITTI
PPC Sitti yang rata-rata jumlah penghasilan Rp 250 s.d Rp. Progam PPC Sitti pun juga terlihat profesional. Kelemahan PPC Sitti adalah masa waktu pengiriman pembayaran akan berjalan selama 60 hari. Artinya jika sobat mendapatkan batasan minumum pembayaran pada akhir bulan Januari 2012, maka sobat akan menerima pembayaran tersebut pada bulan Juni 2012.  daftar DISINI

Nah itu tadi daftar PPC lokal terpercaya yang pernah saya ikuti, demikian info dari fit smoga bermanfaat buat sobat-sobat. 
Enhanced by Zemanta

Friday, 3 January 2014

Pura Pusering Jagat

Pura Pusering Jagat

pura di bali
Pura Pusering Jagat
Bertanyalah di mana pusat dunia kepada warga Desa Pejeng, Gianyar, maka dengan cekatan mereka akan mengatakan bahwa di Pura Pusering Jagatlah tempatnya. Bagi mereka di Pura Pusering Jagatlah awal mula kehidupan dan peradaban dunia. Keyakinan itu kemungkinan besar karena Pusering Jagat memang berarti pusat semesta.

Pura Pusering Jagat memang merupakan pura penting di Bali. Pura ini termasuk satu dari enam pura kahyangan jagat yang berposisi di tengah-tengah. Dalam kosmologi Hindu, tengah adalah sthana (tempat bersemayam) Dewa Siwa.

Pura Pusering Jagat terletak di desa Pejeng yang di masa lampau merupakan pusat Kerajaan Bali Kuna. Banyak yang menduga bahwa kata pejeng berasal dari kata pajeng yang berarti payung. Daridesa inilah raja-raja Bali Kuna memayungi rakyatnya. Namun, ada juga yang menduga kata pejeng berasal dari kata pajang (bahasa Jawa Kuna) yang berarti sinar. Diyakini, dari sinilah sinar kecemerlangan dipancarkan ke seluruh jagat.

Dalam lontar-lontar kuna, Pura Pusering Jagat juga dikenal sebagai Pura Pusering Tasik atau pusatnya lautan. Penamaan itu akan mengingatkan masyarakat Hindu kepada cerita Adi Parwa yang mengisahkan perjuangan para dewa dalam mencari tirtha amertha (air kehidupan) di tengah lautan Ksirarnawa.

Di pura ini terdapat arca-arca yang menunjukkan bahwa pura ini adalah tempat pemujaan Siwa seperti arca Ganesha (putra Siwa), Durga (sakti Siwa), juga arca-arca Bhairawa. Ada juga arca berbentuk kelamin laki-laki (purusa) dan perempuan (pradana). Dalam ajaran Hindu, Purusa dan Pradana ini adalah ciptaan Tuhan yang pertama. Purusa adalah benih-benih kejiwaan, sedangkan Pradana benih-benih kebendaan. Pertemuan Purusa dan Pradana inilah melahirkan kehidupan dan harmoni.

Di pura ini juga terdapat peninggalan kuno berbentuk bejana yang disebut sangku sudamala yang melambangkan limpahan air suci untuk kehidupan. Di dalam sangku sudamala ini terdapat gambar yang menandakan angka tahun Saka 1251.

Batara Amangkurat

Tumurun pwa Bhatara Siwa, angeka pada ring Mahameru tinut denira bhatara kang umungguh ring Watukaru Bhatara Maha Dewa, ring Toh Langkir Bhatara Pasupati, ring Lempuhyang Bhatara Hyang Gnijaya, Ring Gowa Lawah Bhatara Hyang Basuki, ring Pusering Tasik Bhatara Hyang Amangkurat, muangring Uluwatu Bhatara Agni Mahajaya.
(Kutipan Lontar Kusuma Dewa).

Maksudnya: Turunlah Tuhan Siwa membumi di Mahameru diikuti oleh para Dewa yang distanakan di Batukaru Batara Maha Dewa, di Gunung Agung Batara Pasupati, di Lempuhyang Batara Hyang Gni Jaya, di Gowa Lawah Batara Hyang Basuki, di Pusering Jagat Batara Amangkurat dan Uluwatu Batara Agni Maha Jaya (Rudra).
 
Pura Pusering Jagat berada di Desa Pejeng Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. Pura Pusering Jagat ini tergolong pura yang sangat tua usianya. Di dalam pura ini terdapat banyak peninggalan purbakala. Pura Pusering Jagat ini dalam Lontar Kusuma Dewa disebut Pura Pusering Tasik sebagai salah satu dari Pura Sad Kahyangan di Bali. Tidak kurang dari sembilan lontar yang ada di Bali menyatakan tentang Sad Kahyangan yang berbeda-beda. Tahun 1979 pernah dilakukan penelitian tentang keberadaan Sad Kahyangan di Bali oleh tim peneliti IHD (Unhi sekarang). Tim peneliti tersebut menetapkan Sad Kahyangan yang dinyatakan dalam Lontar Kusuma Dewa tersebut sebagai Sad Kahyangan di Bali. Hal itu dilakukan karena Sad Kahyangan yang dinyatakan dalam Lontar Kusuma Dewa itu didirikan saat Bali masih bersatu dalam satu kerajaan dengan Mpu Kuturan sebagai Pandita Kerajaan. Setelah Bali menjadi sembilan kerajaan, sepertinya tiap-tiap kerajaan di Bali memiliki Sad Kahyangannya masing-masing. Hal inilah yang menyebabkan adanya beberapa lontar menyatakan adanya Sad Kahyangan yang berbeda-beda.

Dalam Lontar Kusuma Dewa itu Pura Pusering Jagat dinyatakan sebagai tempat pemujaan Batara Amangkurat. Artinya di Pura Pusering Jagat ini Tuhan dipuja sebagai dewa penuntun mereka yang sedang memangku jabatan menata kehidupan rakyat. Penguasa itu akan mengabdi pada yang dikuasai apabila mereka yang berkuasa itu adalah mereka yang memiliki sikap hidup yang religius. Tanpa religiusitas yang kuat penguasa dapat berbuat sewenang-wenang pada rakyat yang dikuasainya. Di Pura Pusering Jagat ini palinggih yang paling utama adalah Palinggih Ratu Pusering Jagat.

Di samping itu terdapat palinggih yang disebut Gedong Purusa. Di palinggih ini terdapat simbol Purusa dan Pradana yang digambarkan dengan alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Dalam ajaran Samkhya Yoga, Purusa dan Pradana ini adalah ciptaan Tuhan (Iswara) yang pertama. Purusa adalah benih-benih kejiwaan, sedangkan Pradana adalah benih-benih kebendaan. Melalui Purusa dan Pradana inilah Tuhan menciptakan kehidupan yang sejahtera untuk mengisi alam semesta ini. Hal ini juga berarti para penguasa yang memuja Tuhan di Pura Pusering Jagat ini diharapkan mendapatkan kekuatan spiritual untuk menyeimbangkan eksistensi Purusa dan Pradana agar terus bersinergi. Dengan kuatnya sinergi Purusa atau unsur kejiwaan dengan Pradana unsur kebendaan maka akan terciptalah berbagai sumber kehidupan untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera lahir batin. Swadharma utama para penguasa rakyat (Sang Amangkurat) adalah mengupayakan terciptanya nilai-nilai kejiwaan dan kebendaan secara berkesinambungan untuk membangun manusia dan masyarakat yang semakin berkualitas. Di samping Palinggih Gedong Purusa ada Palinggih Ratu Sidakarya. Palinggih ini sebagai sarana memuja Tuhan untuk menguatkan spiritualitas umat yang memuja Tuhan untuk mencapai keberhasilan dalam kerjanya (sidhakarya). Tujuan memuja Tuhan untuk meningkatkan etos kerja umat dalam menyelenggarakan kehidupannya.

Tujuan pemujaan Tuhan di Pura Sad Kahyangan di Bali memang untuk menegakkan Sad Kerti yaitu Atma Kerti, Samudra Kerti, Wana Kerti, Danu Kerti, Jagat Kerti dan Jana Kerti. Sad Kerti itu enam upaya untuk menjaga eksistensi kesucian atman, fungsi samudera, hutan, sumber air, sistem sosial dan individu yang solid. Di timur Gedong Purusa terdapat peninggalan kuno berbentuk bejana yang disebut sangku sudamala. Bejana ini sebagai simbol wadah air suci untuk menyucikan hidup manusia. Karena dengan kesucian itulah dharma dapat ditegakkan dalam hidup ini. Di sangku sudamala ini ada gambar yang menandakan angka tahun Saka 1251. Di sebelah kanan Palinggih Sidakarya terdapat Palinggih Catur Muka. Palinggih ini sebagai media pemujaan Dewa Catur Loka Pala manifestasi Tuhan sebagai pelindung empat arah. Lewat pemujaan Tuhan sebagai Catur Muka yaitu Dewa Iswara, Dewa Brahma, Dewa Maha Dewa dan Dewa Wisnu ini dimohonkan terciptanya sumber-sumber kehidupan berupa rasa aman dan sejahtera di semua penjuru dunia. Hal ini dimaksudkan untuk memohon adanya pemerataan yang adil untuk memperoleh kehidupan yang aman dan sejahtera di semua penjuru yang mesti diupayakan oleh mereka yang memegang jabatan untuk melayani publik atau jagat.*(Jajak)
Enhanced by Zemanta

Makna Daksina

Makna dan Jenis Daksina

Pengertian Daksina

daksina
Gambar Daksina
Daksina berasal dari kata sansekerta yang berarti upah, daksina juga bisa bermakna selatan dan nama sebuah banten. Isi dari daksina yakni kelapa, uang,telur bebek dan biji-bijian. Daksina adalah sarana upacara jejahitan berbentuk silinder terbuat dari daun kelapa tua menyerupai suatu wadah yang disebut wakul daksina .Daksina adalah sesajen yang dibuat untuk tujuan kesaksian spiritual.

Daksina juga dipergunakan sebagai persembahan atau dimana daksina berfungsi sebagai  tanda "terima kasih" kepada sekala-niskala. Begitu juga kalau daksina itu kita haturkan kehadapan Hyang Widhi sebagai pelengkap haturan kita dan sembah sujud kita atas karunia-Nya.Daksina selalu menyertai banten-banten yang agak besar . Daksina melambangkan Hyang Guru/ Hyang Tunggal (Dewa Siwa ).Daksina juga merupakan buah daripada yadnya.,

Daksina berasal dari kata sansekerta yang bisa berarti upah, daksina juga bisa bermakna selatan dan nama sebuah banten. Perlengkapan daksina yakni kelapa, telur bebek dan biji-bijian.

Pengertian daksina secara umum adalah suatu penghormatan dalam bentuk upacara dan harta benda atau uang kepada pendeta/pemimpin upacara. . Isi daksina selalu dialasi dengan janur berbentuk tanda silang tambah yang disebut Tapak Dara, diisi beras dan kelapa, dan diatas kelapa ditaruh  kojong berisi telur, peselan, gantusan, pisang, base tampel tingkih dan pangi, diisi dengan benang tatebus warna putih. Daksina juga ditambah dengan canang payasan yang sering juga disebut pasucian/pangresikan. Daksina juga diisi sasari/uang.

Daksina secara utuh dalam penggunaannya biasanya dirangkaikan dengan jenis upakara yang lain seperti : peras, ajuman dan yang lainnya. Namun daksina juga bisa berdiri sendiri apabila daksina tersebut berfungsi sebagai daksina linggih. Namun biasanya daksina linggih ini ditambahkan dengan cili yang bermakna sebagai simbol wajah.

Jenis Daksina

Daksina kelipatan 1 : daksina alit.
Daksina kelipatan 2: daksina pakala-kalaan (Manusa Yajna).
Daksina kelipatan 3: daksina krepa (Rsi Yajna).
Daksina kelipatan 4: daksina gede/pamogpog (upacara besar).
Daksina kelipatan 5: daksina galahan.


Simbolik Bahan bahan Daksina 

1. Tapak Dara (+) yang berbentuk  tanda tambah, merupakan lambang agama Hindu yaitu Swastika. lambang keseimbangan baik makrokosmos maupun mikrokosmos. secara vertical dan horizontal
2. Beras adalah makanan  pokok kehidupan, sebagai simbol benih kehidupan.
3. Kelapa merupakan simbol Pawitra (air keabadian) atau lambang bumi/alam semesta
4. Telur yang digunakan dalam daksina telor itik; dibungkus dengan ketupat telor, adalah lambang awal kehidupan , lambang Bhuana Alit yang menghuni bumi ini,
5. Peselan. ini terdiri dari lima jenis dedaunan yang mewakili lima warna yaitu daun durian warna putih lambang Isvara, daun manggis warna merah lambang Brahma, daun  langsat / ceroring warna kuning lambang Mahadeva, daun salak warna brumbun lambang Visnu, daun nangka atau timbul warna hijau lambang Siva. Papeselan juga merupakan lambang kerjasama (Tri Hita Karana). :
6. Gantusan yaitu yang dibungkus daun pisang (2 bungkus). Yang masing-masing diisi dengan segala jenis ikan teri, bumbu (yang melambangkan isi darat dan laut) serta biji-bijian (5 macam) yang mempunyai warna (hitam, putih, merah, kuning dan campuran).
7. Pisang mentah, ditinjau dari segi warnanya adalah hijau/hitam. Dalam tandingan melambangkan jari.
8. Tingkih dari segi warnanya adalah putih yang melambangkan kesucian.
9. Pangi /Buah kluwek lambang pradhana / kebendaan / perempuan, dari segi warna merah (kekuatan). Dalam tetandingan melambangkan dagu..
10. Base/sirih tampel diikat sedemikian rupa sehingga menjadi satu, porosan adalah lambang pemujaan .
11. Benang tukelan adalah alat pengikat simbol dari naga Anantabhoga dan naga Basuki dan naga Taksaka ,penggunaan benang dalam setiap pelaksanaan upcara keagamaan memiliki makna simbolik sebagai tali penghubung antara yang memuja dan yang dipuja, sebagai pengikat spiritualitas. *(Jajak)

Kumpulan Tips dan Trik Bisnis Online tanpa modal dan terpercaya

Contoh Teks Pidato Tokoh Agama

PENTINGNYA PENDIDIKAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER
GENERASI MUDA HINDU YANG LEBIH BAIK

Om Swastyastu,
Om Avighnam Astu Namo Siddham,
Om Anno Bhadrah Krattavo Yantu Visvattah

Sebelumnya, marilah kita sama-sama menghaturkan sembah sujud bhakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang maha Esa), karena atas Asung Krta Wara Nugraha Beliau, kita masih dianugerahi kesehatan sehingga kita dapat berkumpul bersama-sama dalam acara rutin kita ini dengan tiada kekurangan satu apapun.

Yang terhormat Bapak/Ibu dewan juri lomba Dharma Wacana, dan umat sedharma yang hadir pada kesempatan kali ini yang Saya muliakan. Sebelum lebih jauh Saya berbicara, perkenankan Saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama Saya Ni Nyoman Diwantrini, Saya mewakili SMA Negeri 1 Seputih Mataram. Adapun tema dharma wacana yang akan Saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini adalah “PENTINGNYA PENDIDIKAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA HINDU YANG LEBIH BAIK”. Tema ini sengaja Saya angkat, karena mengingat dan melihat fakta-fakta yang sering terjadi di lingkungan masyarakat Hindu, banyak sekali generasi muda Hindu yang memiliki perilaku dan sikap yang menyimpang dari ajaran-ajaran yang ada dalam agama Hindu. Hal ini menunjukan bahwa betapa lemahnya iman dan sraddha generasi muda terhadap agama dan kepercayaan yang dianut. Dari permasalahan ini timbul pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita, “Kenapa masalah ini muncul? Siapakah yang bertanggung jawab dalam masalah ini? Mengapa sraddha generasi muda begitu lemah sehingga muncul permasalahan-permasalahan tersebut? Maka dari itu, disini akan Saya singgung mengenai kewajiban-kewajiban generasi muda dalam masa menuntut ilmu, baik di sekolah maupun dirumah serta di lingkungan masyarakat.

Umat Sedharma, kita sedikit banyak telah memahami pengertian tentang brahmacari asram, dimana keadaan kita dikatakan masih dalam jenjang menuntut ilmu pengetahuan. Akan tetapi dengan keadaan psikolog dan keadaan mental pada masa brahmacari yang belum memiliki tujuan yang tetap sebagai pegangan hidup, sehingga keadaan mental kita sangat mudah terombang-ambing oleh pengaruh yang muncul di luar diri kita. Masa muda keadaan jiwa dan mentalnya masih sangat labil (goyah) dan masih belum memiliki system filterisasi yang baik terhadap pengaruh-pengaruh yang berasal dari luar diri kita sangat berperan penting dalam membentuk mindset dan perilaku kita, semakin pengaruh buruk dari tempat bersosialisasi yang kita peroleh, maka semakin buruk pula pembentukan pikiran dan pengaplikasianya dalam perilaku kita.
Seperti teori yang diutarakan oleh salah satu pilsuf Inggris, John Locke mengatakan bahwa kita terlahir itu seperti halnya kertas putih yang bersih, belum ada coretan sedikitpun, kemudian melalui sosialisasi dengan keluarga, di lingkungan sekolah dan pergaulan dalam masyarakat, perlahan-lahan tapi pasti kertas putih itu, akan terisi penuh dengan coretan-coretan, baik itu coretan yang baik maupun coretan yang buruk. Masa-masa muda seperti saat inilah dimana kita belum mampu berpikir dewasa, sehingga pengaruh dari coretan memori itu akan menuntun kita dalam berperilaku. Hal inilah yang menyebabkan jiwa kita sering sekali mengalami lonjakan, gairah, egoism, semangat menggebu-gebu dan ambisi yang luar biasa dengan bentuk grafik naik turun. Untuk itu, maka sebagai benteng yang kokoh agar kita menjadi generasi muda yang memegang teguh ajaran kebenaran, sekolah dan keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan yang baik dan benar sesuai dengan ajaran agama, agar tercipta nantinya generasi muda yang berkompeten dan mampu bersaing dalam menghadapi kehidupan yang keras di Kali Yuga ini. Peranan ilmu pengaetahuan sangat luar biasa, seperti diuraikan dalam kitab suci Bhagavadgita IV. 35, yang berbunyi :
Api ched asi papebhyah
Sarvebhyah papakrittamah
Sarvam jnanaplavenai’va
Vrijinam samtarishyasi
Artinya :
Walau seandainya engkau paling berdosa diantara manusia yang memikul dosa, dengan perahu ilmu pengetahuan ini lautan dosa akan kau sebrangi.

Dari sloka tersebut dapat kita peroleh maknanya, bahwa ilmu pengetahuan dalam kehidupan ini memiliki peranan yang sangat besar, sebagai penghantar individualisme menjadi insan yang memiliki karakter baik. Dan dengan ilmu pengetahuan juga, kita dapat menyadari tujuan dari kehidupan kita di dunia, kita akan tertuntun dengan baik dan selalu memegang teguh ajaran Dharma. Dengan demikian, niscaya kita nanti terhindar dari tindakan-tindakan asubha karma yang dapat menghantarkan kita ke jurang neraka dan menjadi penjelmaan manusia yang “Manusya”, yang selalu menyadari hakekat dari akhir hidupnya agar tidak mengalami kemerosotan moral dan reinkarnasi berikutnya. Dalam kitab suci sarasamuccaya dikatakan:

“Apan ikan dadi wwang, utama juga ya, nimittaning mangkana, wenang ya tumulung awaknya sangkeng sangsara, makasadhanang subhakarma, hinganing kottamaning dadi wwang ika”.
Artinya:
Menjelma menjadi manusia itu adalah sungguh-sungguh utama apa sebabnya demikian, karena ia dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang- ulang) dengan jalan berbuat baik; demikiannyalah keutamaannya menjadi manusia.

Dalam sloka ini dijelaskan, menjadi manusia ini merupakan hal yang mulia agar setiap manusia mampu membebaskan dirinya dari kesengsaraan dengan jalan berbuat subhakarma (kebaikan) dan terbebas dari hukum reinkarnasi serta mencapai kesempurnaan yaitu Moksa Rtam Jagaditaya Ya Ca Iti Dharma.

Umat Sedharma, Masa muda merupakan masa uji atau masa yang sangat menentukan karma hidup kita selanjutnya, jika kita kuat menghadapi dan melewatinya niscaya kita akan menjadi insan yang bahagia dan sejahtera dalam kehidupan dan alam baka, namun, jika kita tidak mampu melewatinya maka celakalah kita. Contoh kecilnya seorang siswan yang dalam masa sekolah sangat indispliner, suka berkelahi karena ambisi, tidak mampu mengendalikan guna rajasnya, egoisme (Ahamkara) dan pikiranya diliputi kebodohan (avidya), dengan sikap demikian tentunya dia akan rugi sendiri, dia bisa terancam dikeluarkan dari sekolah, memiliki musuh yang dapat mengancam kehidupanya kelak, menjadi terkenal dengan kejahatanya, susah memperoleh peluang dan bersaing dalam memperoleh pekerjaan untuk penompang hidup kelak. Dari contoh singkat tersebut, maka bukan hal mustahil jika pada akhirnya dia akan menjadi orang yang hidup selalu berada pada jalan adharma yang penuh dosa.
Umat Sedharma, coba kita renungkan, jika kita mengalami hal tersebut?
Bagaimana orang tua kita yang mengharapkan keturunanya menjadi anak yang suputra, yang dapat mengharumkan nama keluarga di masyarakat, namun yang terjadi malah sebaliknya. Jika hal ini terjadi, maka orang tua kita akan merasa ditampar keras dan tentunya akan merasa malu dengan memiliki anak seperti kita. Hidup orang tua kita pun pastinya tidak akan dapat tenang baik di dunia maupun di alam kekal nantinya.
Apakah kita bahagia, jika orang tua kita seperti itu?
Apakah kita bangga membuat orang tua kita seperti itu?
Saya yakin, Umat Sedharma tidak mau orang tua yang melahirkan kita menjadi susah, sengsara, menderita dan malu karena ulah kita. Kita adalah orang-orang Hindu, yang memiliki begitu banyak ajaran-ajaran tentang Susila sebagai pedoman dalam berperilaku.

Umat Sedharma, sebagai generasi muda Hindu kita harus belajar dan belajar. Belajar ilmu pengetahuan, teknologi, agama, social dan ilmu-ilmu yang lainya. Karena, pada masa muda tingkat intelektualitas dan kemampuan kita bagaikan tunas baru dari ilalang, sangat tajam dan kokoh. namun semakin tua usia kita, maka ketajaman itu akan berkurang dan akhirnya kita merunduk dan tidur selamanya. Jadi, masa-masa seperti saat sekarang inilah, masa-masa dimana kita harus benar-benar serius, dan benar-benar memusatkan konsentrasi untuk belajar, ingat hari ini tidak akan kita temukan esok, lusa atau kapanpun.

Demikianlah yang dapat Saya sampaikan pada kesempatan ini, tan hana mwang sweca annulus, apabila ada kesalahan kata-kata dan kekurangan dalam penyampaian pesan dharma ini, Saya mohon maaf sebesar-besarnya dan kepada Ida Sang Hyang Widhi Saya mohon ampun.

Akhir kata Saya tutup dengan Paramasantih,
Om Santih, Santih, Santih Om. *(Jajak)


Cek Online NUPTK

NUPTK Online

Untuk Mengetahui status NUPTK Anda, ada bisa gunakan search engine yang disediakan oleh petugas verifikasi dan validasi data.
Silahkan Anda bisa Klik tautan ini

LOGIN| PADAMU NEGERI - KEMDIKBUD.go.id

Enhanced by Zemanta

Thursday, 2 January 2014